Aku terjebak karena hujan dengan teman – temanku, sehingga kita harus berdiam diri di dalam ruang kelas. Aku hanya diam dan memperhatikan mereka yang sedang asyik membicarakan tentang saudaranya, entah tentang kakaknya yang sukses atau adiknya yang lucu. Mereka sangat senang dengan tema pembicaraan itu, sedangkan aku memperhatikan cerita mereka yang membuat aku iri. Dan saat mereka mulai lelah dengan cerita mereka, mereka melihatku seakan menyuruhku untuk cerita tentang hal yang sama. Lalu aku tersenyum dan berkata “Maaf, aku anak tunggal.” Sambil melihat mereka agak kaget, aku pergi keluar kelas dan memandangi tiap titik hujan yang turun. Pembicaraan mereka hanya membuatku iri dengan apa yang mereka sebut saudara.

Di suatu hari aku bersepeda mengelilingi kampung sambil menikmati pemandangan sawah yang ditumbuhi oleh padi – padi yang sedang menguning. Dan tak sengaja aku melihat anak kecil dengan kakaknya yang bermain di pinggir jalan sambil berlari – larian. Dalam hatiku, aku iri dengan mereka. Aku berhenti dan duduk di sebuah gubuk sambil membayangkan mempunyai adik yang bisa diajak bermain dan tertawa bersama. Di saat itu aku benar – benar merasa iri dan kesepian. Dulu sebenernya aku mau punya adik, tapi saat ibuku hamil 4 bulan, ada masalah dengan kandungannya sehingga harus dioperasi. Akibatnya aku jadi anak tunggal permanen

Banyak orang mengira kalau jadi anak tunggal itu enak, selalu dimanja oleh orang tua dan dituruti semua keinginannya. Tapi menurutku itu adalah pendapat yang salah. Jadi anak tunggal itu kesepian, gak ada temen buat curhat, dan mempunyai tanggung jawab yang berat untuk membahagiakan orang tua. Jadi beruntunglah kalian yang mempunyai saudara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *