Kenapa naik gunung?

Naik gunung enaknya apa sih?

Emang di gunung ada apa sih?

Pertanyaan – pertanyaan itu selalu aku dapat saat nongkrong bareng teman yang bukan pendaki gunung. Dan aku selalu bingung untuk menjawabnya, karena memang susah untuk menjelaskan apa enaknya naik gunung. Mungkin jawaban yang selalu aku lontarkan kepada mereka adalah “entalah, kenapa gak nyoba aja sendiri“. Sekarang aku ingin menjawab pertanyaan itu sesuai pendapatku sendiri, dan menjelaskan apa enaknya naik gunung. (opini ini dibuat berdasarkan naik gunung sebelum ada film 5cm)

Ranu Kumbolo with MMB 2015

Dulu jaman SMK sebelum suka naik gunung aku ikut pramuka dan hampir tiap minggu selalu ada kegiatan kemah, dan akhirnya ketagihan dengan yang namanya kegiatan outdoor. Kenapa jadi ketagihan? karena setiap melakukan kegiatan seperti kemah, atau mendaki gunung, aku menemukan ketenangan dan bisa menikmati keindahan yang sudah diciptakan Tuhan. Tenang, sepi, dan sendu menjadi satu. Tak ada suara motor, gadget, dan hiruk pikuk kota yang membuat kita pusing. Hanya ada suara jangkrik, cahaya bulan, dan nyanyian alam. Itu adalah hal – hal yang menjadi alasan kenapa aku mendaki gunung, hal – hal yang susah didapatkan di kota besar.

Selain itu, mendaki gunung juga membuat dunia pergaulanku menjadi tidak monoton, bertemu dengan pendaki dari rombongan lain atau bahkan pendaki dari kota lain. Dan bahkan bisa bertemu dan membuat komunitas penggiat alam sendiri seperti awaspala (nanti bakal diceritakan di lain kesempatan. hahaha).

Sunrise di atas puncak.

Naik gunung itu memang capek, kotor, terus bikin kulit jadi hitam. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita dapat seperti, menikmati keindahan ciptaan Tuhan, berkenalan dengan orang – orang baru, siapa tahu kita bisa bertemu dengan jodoh kita, dan masih banyak hal lain yang membuat terkagum – kagum saat melakukan pendakian. Di setiap pendakian selalu ada ceritanya sendiri.

Tapi ingat! kita naik gunung juga harus menjaga kebersihan dan kelestarian alam di gunung yang sedang kita tuju. Jangan buang sampah sembarangan, jangan rusak tanaman dan jangan memburu binatang yang ada di sana. Karena  kita meminjam alam dari anak cucu kita bukan mewarisinya dari nenek moyang kita.

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *