Alhamdulillah, tidak terasa sudah tahun 2016. Tahun 2015 dengan cepat terlewati dan banyak cerita di dalamnya meski masih jomblo (read:single). Okey, untuk mengawali tahun 2016 yang semoga menjadi tahun yang indah ini, aku menerima tantangan dari ucik dan weka untuk membuat posting tentang pelajaran berharga apa yang aku dapat selama tahun 2015.

Foto diambil di Ranu Kumbolo

Tahun 2015, tepat setahun lulus kuliah dan bekerja sebagai graphic designer & projection mapper di salah satu TV Nasional di Jakarta, banyak cerita suka dan duka selama setahun itu. Dan salah satu cerita dukanya adalah setiap kali pulang kampung selalu timbul pertanyaan “Udah punya pacar belum?” yang terus dikombinasi dengan pertanyaan “Kapan nikah?”, dua pertanyaan yang menjengkelkan terus bikin baper. Aku sih cuman bisa senyum aja saat pertanyaan itu meluncur dari para tetangga, meskipun ujung – ujungnya baper juga. *ea. Okey lanjut (dilarang bahas jodoh dulu ya)

Nah, selain mendapat pertanyaan hina(?) tersebut. Ada satu hal yang paling membuatku ingin terus belajar dan move forward ke puncak yang lebih tinggi. Semuanya berawal dari orangtuaku yang selalu memotivasi dan juga tetangga dan beberapa kerabat yang meremehkan latar belakang siapa aku dan orangtuaku, bahkan ada beberapa teman juga.

Ranu Kumbolo Again

Diremehkan? Iya, rasanya memang sangat sakit dan sempat membuat aku jadi emosi tapi hal itu justru membuatku semakin termotivasi dan ingin membuktikan pada mereka semua kalau aku bisa lebih dari ini. Diremehkan tidak akan membuatmu mati kok, justru hal itu membuatmu lebih kuat dan terus membuatmu maju.

“Well, being underestimated does not kill you but it makes you stronger.”

Mungkin itu pelajaran yang paling berharga selama 2015 yang menjadikanku keep moving forward dan terus belajar untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dan untuk 2016 dan selanjutnya, semoga beberapa wishlist dan to-do list menjadi kenyataan. Aamiin

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *