Long weekend kemarin, tanggal 25 Р26 Maret 2016, aku dan teman Рteman awaspala melakukan trip ke Gn. Guntur, Garut, Jawa Barat. Gunung yang berdekatan dengan Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan ini memiliki tinggi 2249 Mdpl. Meskipun gunung ini termasuk gunung yang pendek tapi jangan diremehkan, karena trek yang ada pada gunung ini sangatlah terjal dan menantang.

Penampakan Gn. Guntur dari kejauhanPenampakan Gn. Guntur

Kita berangkat ke Garut dari Bogor pukul 9 malam dan dijemput mobil elf carteran di terminal Baranang Siang, di pintu Tol Cibinong dan Di pintu Tol Cibubur. Karena yang dari Bogor ada sebelas orang dan semuanya gak bisa ke Terminal Baranang Siang jadi mobil Elf jemput di tiga titik tadi. Perjalanan dari Bogor menuju Garut ditempuh selama 6 jam seharusnya, tapi karena jalanan macet akibat long weekend jadi perjalanan ditempuh selama 9 jam. Kita sampai di BaseCamp Gn. Guntur pukul 06.00 pagi.

Sambil menunggu Tim Bekasi sampai di basecamp, kita mengurus simaksi pendakian. Biaya simaksi di sana adalah Rp 12.500/orang. O iya, kita dibagi menjadi dua tim sesuai meeting point, yaitu Tim Bogor, dan Tim Bekasi. Dan Tim Bekasi pun nyampe di Basecamp pukul 09.00, karena mereka terjebak macet. Tau sendiri kan kalo long weekend macetnya kayak gimana.

Perjalanan dari Basecamp ke Pos 3

Setelah teman – teman dari Bekasi sampai di basecamp, kita langsung trekking ke Pos 3. Dari basecamp ke Pos 3 memakan waktu sekitar 6 jam. Alhamdulillah, cuaca cerah sehingga kita tidak terlalu khawatir untuk kehujanan pada saat di trek.

Di Gunung Guntur ini terdapat tiga pos dan tiga puncak (tapi kata yang jaga warung ada tujuh puncak). Dari basecamp menuju pos 1 normalnya menempuh waktu 1,5 jam tapi berhubung aku terkana jackpot di pertengahan jalan jadi aku menempuh waktu sekitar 2 jam lebih untuk sampai di pos 1. Kita sampai di Pos 1 pada pukul 11.00. Di sana kita beristirahat dan tadaaaaaa!! Banyak gubuk dan ada beberapa warung di pos 1.


Warung di pos 1

 Setelah beristirahat lumayan lama, kita melanjutkan perjalanan menuju pos 2 (Sebenernya aku masih gak tahu pos 2 itu dimana sampai sekarang). Sepanjang jalan menuju pos 2 banyak sekali warung di sana. Ini udah kayak tempat wisata aja, pikirku dalam hati. Hal ini sekarang menjadi suatu yang wajar sejak mendaki gunung menjadi aktivitas yang nge-hits. Di gunung mana pun ada warungnya sekarang. Perjalanan dari Pos 1 sampai Pos 2, aku gak tahu memakan waktu berapa lama karena saat berangkat masih belum tahu pos 2 itu ada dimana. Katanya sih, pos 2 itu sebelum menyeberang sungai. Kalo begitu pos adalah pos yang tempat warung terakhir berada dan sebelum ada percabangan jalur untuk menuju pos 3.

Trek menuju pos 3

Kita menuju pos 3 melalui jalur melipir, memutari bukit. Meskipun memutari bukit, jalur ini tetap menanjak dan gak ada bonus sama sekali. Trek ini merupakan miniatur dari bukit penyesalannya Gunung Rinjani. Dan kita sampai di pos 3 pukul 13.00. Sekitar 2 jam perjalanan dari pos 1 ke pos 3.

Pos 3 merupakan tempat berkemah di Gunung Guntur, karena sekarang sudah tidak diperbolehkan berkemah di puncaknya. Banyak kejadian yang tak diinginkan saat berkemah di puncak, sehingga ada larangan untuk berkemah di puncak. Di pos 3 ini, kita harus pintar – pintar mencari lahan untuk berkemah karena pada saat kita sampai sudah banyak tenda di sana dan yang tersisa ada lahan yang lumayan miring untuk membangun tenda. Jadi kita mau gak mau mendirikan tenda di tanah yang miring.

Pos 3

Setelah kita mendirikan tenda, kita beristirahat dan makan – makan. Dan saat pukul 17.30 hujan pun turun, kita terpaksa memasak di tenda masing – masing. Setelah perut terisi, waktunya untuk tidur karena besok kita akan trekking ke puncak.

Perjalanan Menuju Puncak Bayangan Gn. Guntur

Pagi pun tiba akhirnya, dan aku yang biasanya paling suka molor di gunung bisa bangun pagi juga. Dan pertama yang dicari saat bangun tidur adalah cemilan, laper euy. Kelaparan itu hilang berkat Mas Dwi yang membuat pancake dan agar – agar, makasih mas Dwi.

Pagi hari yang sejuk

Setelah sarapan, kita bersiap – siap untuk muncak. Kita berangkat ke puncak di bagi menjadi beberapa kloter. Aku pun berangkat kloter ke dua sekitar pukul 08.00 bersama Bang Dul dan Mbak Arti. Perjalanan ke puncak cukup berat karena jalur memiliki kemiringan lebih dari 50 derajat dan terdapat banyak batu – batu kecil. Normalnya perjalanan menuju puncak memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Sebenarnya aku hanya sampai di puncak bayangan, tapi beberapa dari kita ada yang melanjutkan perjalan ke puncak 1. Aku sudah cukup lelah jadi aku tidak melanjutkan perjalanan ke puncak 1, meskipun jalur menuju puncak 1 dari puncak bayangan tidak terlalu jauh dan tidak terlalu curam.

nullJalur menuju puncak

nullPuncak bayangan

Akhirnya aku ditemani Diah, Akbar, dan Mbak Arti memutuskan untuk turun kembali ke pos 3. Perjalanan turun lebih cepat daripada naiknya, hanya memakan waktu sektiar 30 menit. Pada saat kita turun kita harus ekstra hati – hati karena jalurnya banyak batu – batunya yang membuat kita gampang terjatu. Lumayan sih kalo jatuh dari situ terus gak bisa ngerem, bisa – bisa celana robek trus pantat lecet – lecet.

nullJalur turun dari puncak menuju pos 3

Saatnya Pulang

Setelah semuanya sudah sampai lagi ke Pos 3, kita bersih – bersih dan membongkar tenda untuk bersiap – siap pulang. Kita meninggalkan Pos 3 sekitar pukul 14.30. Dan tiba di Basecamp sekitar jam 15.30, yup turun lebih cepat daripada naik hanya memakan waktu sekitar 1 jam.

Sesampainya di basecamp, kita bersih – bersih, ganti baju, dan istirahat sejenak sambil menunggu semua anggota datang. Setelah semua anggota sampai di basecamp, kita harus bersiap – siap untuk kembali ke Bogor karena sudah ditunggu elf. Dan saat itulah kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada Gn. Guntur yang mungil tapi menantang.

Video Selama Trip di Gn. Guntur

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *