Finally, bagian yang ditunggu – tunggu. It’s time for SUMMIT ATTACK!!!

Setelah mengisi tenaga di Shelter 3, jam 3 pagi kita bersiap siap untuk melakukan pendakian ke puncak Indrapura *nama puncak Gunung Kerinci* Karena puncak lagi batuk dan mengeluarkan belerang jadi kita gak boleh kesiangan saat sampai di puncak. Ditakutkan arah angin berubah dan gas beracun mengarah kita. Jadi, kita berangkat sepagi mungkin dari Shelter 3 karena perjalanan menuju puncak sekitar 3 jam.

Berdoa dulu sebelum berangkat

Untuk jalur menuju puncak sendiri banyak batu – batu kecil. Kurang lebih seperti kombinasi jalur puncaknya Rinjani sama Merapi.

Perjalanan ini cukup bikin nyesek di bagian dada. Selain karena kita jalan malam hari dan di ketinggian 3000 lebih dimana oksigen cukup tipis, hal ini juga disebabkan abu vulkanik yang menghujani kita. Hal ini yang membuatku takut kalau asmaku kambuh.

Jalur ke Puncak Indrapura

Jalur ke Puncak Indrapura

Tapi semuanya berjalan lancar, tak ada kendala yang cukup berarti saat melewati jalur ini. Meskipun ada salah satu temen yang kena jackpot akibat AMS (Altitude Mountain Sickness) yang akhirnya aku paksa naik sampai puncak dengan cara ditarik pakai trekking pool. Mungkin ini salah satunya kenapa aku kuat nanjak sampai puncak, harus ada yang diperhatiin kali ya biar jadi kuat saat menghadapi segala rintangan dan gak mudah ngeluh. *eh malah curcol*

Fajar di atas Gunung Kerinci

Dan setelah perjuangan narik anak orang sambil ngos – ngosan, kita sampai juga di puncak Indrapura.

3805 Mdpl

Akhirnya, sampai juga di puncak Indrapura

Alhamdulillah, semuanya sampai di puncak dengan selamat. Puncak Indrapura dengan ketinggian 3805 Mdpl, gunung vulkanik tertinggi di Indonesia, bisa menapakkan kaki di sini adalah salah satu nikmat dan pencapaian terbesar tahun ini. Rasa syukur dan bangga menjadi satu, tak ada kata yang bisa diucapkan kecuali bersyukur kepada-Nya.

Terima kasih bapak ibu yang selalu mendoakan dan memberi restu anak tunggalnya ini buat mbolang kemana pun. Dan buat tim ekspedisi Gunung Kerinci yang paling kece dan paling kocak, kalian the best lah pokoknya. Dan special thanks to Godrej yang sudah memberi tunjungan dana untuk ekspedisi ini. See you on next trip!! 🙂

 

“Tak ada sesuatu yang instan di hidup ini, semuanya butuh proses. Termasuk dalam mewujudkan mimpimu”

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *