Dalam rangka libur lebaran Idul Adha tahun ini, aku ikut open trip bareng anak – anak kantor. Sebenernya trip ini udah direncanain sejak lama, dan baru bisa terealisasikan minggu kemarin bertepatan dengan libur panjang lebaran haji. Dan untuk sekian lama akhirnya ikut open trip di luar open trip-nya Awaspala. Dan trip kita kali ini adalah menjelajahi pulau Anak Krakatau.

Kita berkumpul di kantor pada Jum’at malam dan akan menuju ke Pelabuhan Merak dengan naik bus yang biasanya ngetem di Gerbang Tol Kebon Jeruk. Kita berangkat sekitar jam 9 dan perjalanan akan ditempuh dalam waktu 3 jam. Bus yang menuju Pelabuhan Merak ini gak terlalu seekstrem kalau dibandingkan dengan bus Jawa Timuran yang sopirnya ugal – ugalan.

Setelah 3 jam perjalanan yang bikin pantat panas, akhirnya kita sampai di Pelabuhan Merak. Di sana kita bertemu dengan guide yang akan membimbing kita selama perjlanan. Dan kita pun menunggu itu guide beliin tiket kapal buat nyebrang ke Pelabuhan Bakauheni. Nah, di sini ada sedikit rasa jengkel pada pelayanan Pelabuhan Merak ini. Kenapa? Karena pada saat kita masuk ke pelabuhan dan ternyata kapal yang hendak kita naiki masih belum ada jadi kita harus menunggu lebih dari 1 jam. Berdesakan dengan penumpang lain dan panas yang menyiksa. Tapi ya sudahlah, pada akhirnya semua berlalu begitu saja. (meskipun sampai sekarang masih jengkel dengan pelayanan di Negeri ini)

Pukul setengah 5 pagi kita sampai di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Perjalanan naik kapal lumayan lama, kita berada di kapal sekitar 3 jam.

Suasana pagi hari di Pelabuhan Bakauheni, Lampung

Selanjutnya kita menaiki angkot yang sudah dicarter dan mulai berangkat ke dermaga Canti yang menjadi penghubung Pulau Sumatera dengan Pulau Sebesi. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1,5 jam.

Dermaga Canti dan penampakan perahu yang akan kita naiki

Di Dermaga Canti kita bersarapan terlebih dahulu sebelum snorkeling karena kita langsung bermain – main dengan air dan setelah itu baru menuju ke Pulau Sebesi.

Wefie dulu sebelum berangkat

Snorkeling di sini kalau menurutku gak bagus – bagus amat pemandangan bawah lautnya jika dibandingin ama Pulau Seribu. So, di catper ini bakal aku skip untuk kegiatan Snorkeling-nya.

Kelar Snorkeling kita langsung menuju ke Pulau Sebesi dan makan siang di sana dan istirahat sejenak. Karena pukul 3 sore kita akan jelajah pulau dan liat matahari tenggelam di Pulau Umang – Umang.

Wefie di Pulau Umang – Umang

Pulau Umang – Umang bisa dibilang sangat dekat dengan Pulau Sebesi karena pulau itu terlihat jelas dari Pulau Sebesi. Kita menuju Pulau Umang- Umang dengan kapal yang kita naiki tadi, setelah di sana kita menyeberang menggunakan perahu kecil yang didorong oleh bapak – bapak nelayan.

Bisa dibilang pulau ini sangat kecil, karena untuk mengelilingi pulau ini tidak memakan waktu yang banyak. Pulau ini terdapat banyak batu – batuan yang bisa dijadikan tempat untuk berfoto ria.

Temaram di Pulau Umang – Umang dengan pemandangan Pulau Sebesi

Temaram di sisi lain Pulau Umang – Umang dan kapal – kapal yang mengantarkan kita

Senja sudah mulai hilang, saatnya kita pulang ke Pulau Sebesi. Malamnya kita beristirahat sambil nyemilin ikan panggang yang lumayan enak apalagi ditambah sambal kecap. Karena kita esok paginya akan ke Pulau Anak Krakatau pukul 3.

Pukul 3 pagi hanya ilusi semata, karena guide kita tertidur dan akhirnya dia dibangunkan dan dimarahi oleh ibu – ibu yang satu tim sama kita. Yup, jadi kita berangkat kesiangan ke Pualu Anak Krakatau. Alhasil kita gak bisa lihat matahari terbit di sana karena perjalanannya lumayan jauh. Dari Pulau Sebesi ke sana kita menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam.

Cagar alam Krakatau

Di Pulau Anak Krakatau ini pasirnya berwarna hitam. Mungkin karena pasir vulkanik kali ya. Dan di sini ternyata banyak yang berkemah. Sesampainya di pulau ini kita briefing dan selanjutnya melakukan trekking menuju Gunung Anak Krakatau.

Menurutku jalurnya mirip Gunung Merapi yang ke arah puncak. Berpasir, tapi gak terlalu banyak batu batu gede kayak di Gunung Merapi. Dan di sini sayangnya gak boleh menuju puncak karena demi ke selamatan pengunjung. By the way, Anak Krakatau tingginya sekitar 375 Mdpl. Dan dengan tinggi segitu aku udah ngos – ngosan buat trekking-nya. *udah tua kali ya atau butuh ke gunung lagi

Jalur pendakian menuju Anak Krakatau

Selesai trekking di Gunung Anak Krakatau, kita bersiap – siap snorkeling lagi. Dan kelar Snorkeling kita kembali lagi ke Jakarta.

Sekian, catatan perjalanan kali ini. Trip yang kurang berkesan karena guide-nya tapi lumayan untuk mengobati rasa penat selama berada di ibukota. We were having fun at this trip, but not quite satisfied.

See you next trip, guys!

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *