Bangun Mimpi Anak Bumi Wali

Yup, itu adalah jargon atau tagline dari Kelas Inspirasi Tuban 2. Sebenarnya dari dulu pengen banget gabung menjadi inspirator di Kelas Inspirasi Tuban, dan itu pun KI yang pertama di Tuban diadakan sekitar 4 tahun yang lalu. Terus kenapa gak daftar di KI daerah lain? Karena di kantor yang lama susah cuti dan jadwal kerjanya gak pasti *mentang-mentang kantor baru sekarang*, makanya lebih tertarik jadi inspirator di KI Tuban. Soalnya sekalian bisa pulang kampung. Dan pas banget tahun ini dibuka pendaftaran inspirator di KI Tuban 2 yang dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2018, jadi tanpa pikir panjang aku pun langsung daftar.

Mengajar anak-anak SD itu menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena setiap anak mempunyai karakter yang unik. Meskipun sudah sering berhadapan dengan anak-anak SD tapi tetep saja hal ini membuatku grogi. Karena ini untuk pertama kalinya aku menjelaskan profesiku yang tidak jelas ini kepada anak SD. Jujur, aku sempet bingung mau ngasih penjelasan apa ke anak-anak ini. Akhirnya aku pasrah dan menggunakan konsep mengajar secara spontan di kelas. Walaupun agak gak jelas sih kalau kataku saat aku mengajar di kelas.

Di Kelas Inspirasi Tuban 2 ini, aku mendapatkan rombel yang mengajar di SDN Mulyoagung 1.

Rombel SDN Mulyoagung 1 Singgahan, Kelas Inspirasi Tuban.

SDN Mulyoagung 1 terletak di kecematan Singgahan. Dan sekolahan ini lokasinya sangat dekat dengan air terjun Nglirip yang terkenal di Tuban. Kawasan selatan Tuban yang penuh dengan perbukitan dan hutan-hutan saat kita hendak menuju ke lokasi menjadi kawasan yang cukup rawan untuk dilalui saat malam hari. Jadi hampir semua dari rombongan kami menginap di SDN Mulyoagung 1.

Di dalam rombongan belajar ini para relawan dan inspiratornya berasal dari berbagai macam kota dan yang pasti berbagi macam profesi. Yang pasti di sini aku bertemu dengan orang-orang baru. Karena untuk pertama kalinya aku gabung Kelas Inspirasi di Tuban.

Inspirator :

  • Emak Yuli, Penyiar Radio
  • Mbak Vina, Bidan
  • Mas Edy, Dosen
  • Mbak Niha, Staff Administrasi kampus di Jepara
  • Mbak Erika, Staff Bank
  • Mbak Desy, Staff Legal di rumah sakit Surabaya
  • Mas Yudi, *aku lupa kerjaan dia apa yang pasti dia kerja di Bontang*

Dan yang pasti pekerjaanku yang paling absurd, bahkan aku sendiri susah buat menjelaskannya. Dan pada akhirnya aku lebih suka menyebut diriku sebagai kuli gambar atau kuli media.

Untuk kelancaran Kelas Inspirasi ini, ada fasilitator dan dokumentator yang ikut membantu memeriahkan acara ini.

  • Kak Feri, kakak kece yang punya perpustakaan keliling.
  • Kak Mema, mahasiswi yang baru lulus katanya *bener gak sih, aku lupa soalnya*
  • Kak Exna, mahasiswi juga.
  • Kak Roni, anak pramuka yang punya berbagai macam teknik icebreaking.
  • Kak Tahfif, penjual ayam geprek yang pedes. *sebenarnya dia relawan slundupan yang diajak oleh mbak Vina*
  • Kak Fifi, dokumentator dari Gresik.
  • Kak Amy, dokumentator dari Bojonegoro.
  • Kak Yogi, dokumentator dari Tuban yang pamornya mengalahkan semua cowok di rombel ini

Berswafoto bareng beberapa anggota rombel SDN Mulyoagung 1

bermalam di sdn mulyoagung 1

Aku berangkat dari Diknas Tuban setelah melakukan briefing akbar di sana bersama dengan Kak Fifi yang datang dari Surabaya. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa pangling dengan perubahan jalan menuju ke Singgahan, maklum terakhir kali ke sana sekitar 2 tahun yang lalu. Kita akhirnya sampai di lokasi sekitar pukul 17.00. Dan kami disambut oleh teman-teman relawan yang sudah datang terlebih dahulu karena mereka berangkat langsung dari Bojonegoro.

Sambil menunggu relawan yang lain, kami bermain Uno sampai adzan Maghrib memanggil. Setelah kami melakukan sholat Maghrib akhirnya makan malam dengan menu ayam geprek yang dibawa spesial oleh Kak Tahfif. Di sela-sela makan malam, kita ngobrol ngalor-ngidul sambil bercanda gak jelas untuk menambah suasana akrab saat itu. Makan malam pun kelar, kami akhirnya membahas konsep untuk acara besok sambil mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.

Karena hampir semua persiapan telah selesai, kita melanjutkan perkenalan yang sempat tertunda tadi. Di sini, kita sharing tentang pengalaman kita masing-masing tentang kelas inspirasi. Aku hanya bisa mendengar karena ini pertama kalinya menjadi seorang inspirator. Dan sesi sharing pun ditutup dengan bermain Uno sampai tepar.

Hari inspirasi sdn mulyoagung 1

Pagi hari, pukul 06.30, para siswa sudah kelihatan memasuki sekolah dengan semangat. Mereka langsung menyerbu perpustakaan keliling milik kak Feri yang diparkir di halaman sekolah. Mereka sangat berantusias untuk membaca buku yang berada di perpustakaan tersebut. Kami pun yang selesain sarapan langsung bergegas menemui adik-adik yang sedang membaca. Kami berinteraksi dengan mereka dan bercanda sembari menunggu senam dan apel pagi.

Adik-adik yang sedang serius membaca di perpustakaan keliling milik Kak Feri

Sekitar pukul 07.00, semua siswa dikumpulkan di lapangan. Kita mengawali hari inspirasi ini dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Setelah itu, kita melakukan senam kesegaran jasmani. Gerakannya sih slow, tapi itu sudah cukup membuat kami berkeringat. Mungkin karena cuaca yang sedang cerah. *atau karena umur kali ya*. Senam yang woles ini cukup membuat kita panas dan berkeringat.

Persiapan senam pagi

Senam pun selesai, siswa dikondisikan berbaris dan bersiap-siap untuk melakukan apel pagi dan pembukaan hari inspirasi KI Tuban 2. Di apel pagi ini, kami melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban. Selain itu kami memperkenalkan diri masing-masing. Selesai memperkenalkan diri masing-masing, adik-adik dikondisikan untuk masuk kelas dan kami pun mempersiapkan diri untuk mengajar.

Di kloter pertama ini aku mendapatkan kesempatan untuk mengajar kelas 5, dan baru sadar kalau aku lebih suka mengajar kelas yang tingkatnya lebih rendah seperti kelas 1 atau 2. *Jiwa-jiwa babysitter emang ya*. Jangan pernah berharap kelas yang lebih tua adalah kelas yang bakal pendiam dan tenang. JANGAN!! Di kelas ini isinya benar-benar ramai dan gokil. Awalnya mereka agak canggung dan aku juga sempat bingung mau memberi penjelasan apa. Tapi pada akhirnya setelah aku mengenalkan diri, mereka langsung semangat ketika tahu kalau aku kerja pernah di stasiun televisi. Lalu muncul sebuah ide untuk mengajak adik-adik ini bermain dengan sebuah permainan, yaitu permainan menjadi kameramen dan reporter. Mereka langsung semangat membentuk kelompok berisikan 2 orang. Meskipun pada akhirnya mereka malau-malu untuk maju ke depan. Setelah diberikan contoh, akhirnya ada juga yang mau maju ke depan dan meperagakan diri menjadi kameramen dan reporter. Karena waktu yang terbatas akhirnya tidak semua adik-adik maju ke depan. Kloter pertama pun diakhiri dengan nyanyi bersama.

Adik-adik kelas 6 memperagakan diri menjadi reporter dan kameramen.

Tiba saatnya kloter ke-dua dimulai. Kali ini aku mengajar kelas 6 dan dibantu oleh kakak Erika yang bisa dibilang sebagai penyelamat. Karena aku bener-bener mati gaya ketika menghadapi kelas yang satu ini. Di kelas ini aku menerapkan permainan yang sama seperti kelas sebelumnya tapi  hal ini tidak seberhasil kayak sebelumnya. Akhirnya di sepanjang durasi, aku yang dibantu kakak Erika bermain, bernyanyi, dan terkadang kita juga menceritakan pengalaman kita saat bekerja. Dan tak terasa kloter ke-dua pun selesai.

mimpi yang tak sekedar ditulis

Setelah kloter ke-tiga selesai, adik-adik pun menulis mimpinya ke sebuah kertas yang  telah kita sediakan. Mereka sangat bersemangat menulis cita-cita mereka di kertas tersebut. Dan kertas-kertas tersebut akan ditempel di pohon mimpi yang berada di depan ruang kelas. Secara bergantian mereka mulai menempel cita-cita mereka di pohon mimpi. Dimulai dari kelas satu dan diakhiri oleh kelas enam. Dan yang pasti setelah semua kelas menempel cita-citanya, kita melakukan foto bersama di halaman sekolah.

Menempelkan cita-cita ke pohon mimpi.

Semoga cita-cita yang kalian tulis dan kalian tempel bukan sekedar tinta di atas kertas yang akan luntur oleh waktu. Tapi merupakan mimpi yang harus kalian capai dengan semangat. Semangat buat adik-adik semua. 🙂

Berfoto bersama seluruh SDN Mulyoagung 1.

Sebarkanlah semangatmu agar api semangat yang ada di dirimu tidak padam.

 

One thought on “Kelas Inspirasi di Bumi Wali”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *