Kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani?

Berkaca di pagi hari dan melihat ada seseorang di hadapan yang sedang menerawang jauh. Entah mengingat masa lalu atau membayangkan masa depan. Mungkin keduanya, alur maju mundur. Berbagai pertanyaan dan gambar peristiwa masa lalu mulai berlalu lalang di benaknya.  Mungkin ini sensasinya menangkupkan kepala ke baskom ingatan milik Dumbledore.

Ada seorang anak kecil disana, perempuan. Bersama kedua adik laki-lakinya, sedang bermain di cuaca hujan. Ah, kedua orang tua mengawasi di beranda rumah sambil minum teh dan makan pisang goreng. Sang bapak membaca koran dan ibu sibuk memotret tingkah ketiga anaknya yang ceria dalam guyuran hujan dengan menggunakan kamera Nikon analog yang berhasil dia beli dari hasil giliran uang arisan. Terlihat kedua anak laki-laki lebih aktif bermain dengan bola sepak yang membuat baju mereka sangat kotor. Sang anak perempuan memilih untuk berdiri menengadah dan membuka mulutnya untuk meminum air hujan. Sang ibu kemudian mengingatkan untuk jangan terlalu banyak minum air hujan karna nanti bisa sakit perut. Iya anak perempuan ini mudah sekali terserang diare.

Lalu gambar kenangan lain muncul. Anak perempuan yang sama, sedang menuntun sepedanya dengan muka sedih dan air mata menggenang di pelupuk mata. Lalu disusul kedua adik laki-lakinya dengan satu sepeda yang biasa mereka naiki berboncengan. Si adik bilang kepada kakak perempuannya untuk jangan pergi. Anak perempuan itu menjawab tetap ingin pergi karena orang tuanya sudah tidak sayang lagi kepadanya karena dia tidak lagi boleh dipangku. Hal sepele kalau kata orang dewasa. Tapi mungkin tidak bagi anak perempuan ini.

Kenangan lain berkelebat. Kali ini wanita dewasa, wah mungkin ini adalah bayangan gambaran masa depan yang diinginkan oleh seseorang di seberang bayangan kaca. Wanita dewasa ini berada di sebuah tempat asing yang dingin, jauh di belahan bumi yang belum pernah dikunjungi. Dia tersenyum, dengan kamera digital di tangan. Dia sedang mengabadikan moment burung yang singgah untuk minum di danau yang beku. Dibelakang wanita dewasa itu ada mobil campervan yang terlihat hangat. Seorang laki-laki dari dalam van melambaikan tangan seperti memberi tanda kalau makan siang sudah siap untuk disantap.

Tiba-tiba kegelapan mengerubung dan situasi kembali seperti semula. Senyum tersungging di bibir seseorang dibalik bayangan cermin. Dia lalu menghela nafas lega dan berkata, “you only have to keep going”.

Rshjsmn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *