Kita bisa jadi sedang berada dalam lingkup dan situasi yang menuntut kita untuk mencurahkan segala kemampuan, perhatian dan usaha. Misalnya yang sedang bekerja, sedang mendapatkan tantangan baru di tempat kerja, sedang mendapatkan proyek besar, dipercaya perusahaan untuk tanggung jawab yang lebih besar. Atau ada juga yang sedang diberi amanah, misalnya baru melahirkan seorang anak. Sometimes we asking ourself, is it us finding it difficult sometimes whilst other people just manage with ease? Iya, kadang memang begitu. Sepertinya orang lain terlihat lancar jaya dalam menangani situasi yang sama tapi mengapa kita tidak? It looks like most of them only have a blast and don’t ecounter insecurities or difficulties.

Jadi apa hubungannya dengan judul tulisan ini tentang menghargai diri sendiri? Iya, ketika berada di situasi diatas, kita harus percaya diri, tahu kebutuhan diri, tahu ketika kita harus berhenti, bertahan atau berjalan lagi. Dengan begitu kita siap menghadapi apapun yang akan terjadi nanti. Dengan begitu kita menghargai diri kita sendiri. Kita harus paham kemampuan kita, harus mau upgrade kemampuan dan selalu tumbuhkan rasa ingin belajar. Sepertinya dengan begitu, situasi yang ketika dijalani di awal sungguh terasa berat, akhirnya bisa kita lalui dengan cara terbaik versi masing-masing individu. Sudah, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Prosesnya pasti berbeda.

Menghargai diri sendiri bisa juga dengan mengelola ekspektasi diri kita terhadap sesuatu. Lakukan saja yang paling bisa dilakukan. Better to not to have any expectations at all. Because when something not so great happen, you at least don’t consider it as ‘going wrong’. Since you didn’t expect anything in the first place..

Sekarang begini saja, pilihan hidup, pilihan sikap, pilihan rasa, bukankah ada di tangan kita sendiri? Ada hak dan kewajiban yang memang harus kita tuntut dan penuhi untuk masing-masing pilihan. Contohnya ketika saya pribadi memilih untuk tetap bertahan bekerja di salah satu perusahaan swasta milik asing selama hampir tujuh tahun, yang tekanan pekerjaan serta tuntutannya lumayan berat karena tidak semua orang bisa betah bekerja di bidang ini. Saya merasa dahulu ketika awal-awal tahun tidak punya pilihan di tangan karena terikat kontrak dan perjanjian kerja, namun ketika sudah tidak terikat, saya tetap memilih untuk bertahan karena beberapa hal. Ketika semakin paham bagaimana pekerjaan yang kita tangani, saya kemudian menemukan ‘something fun’ di dalamnya, walaupun ‘something wrong’ juga banyak. Ketika dihadapkan dengan berbagai issue soal pekerjaan, ternyata saya bisa banyak belajar dari situ. Kalau orang berkata bahwa lingkungan mempengaruhi cara kita berpikir, menurut saya itu benar. Saya jadi bisa memahami diri saya sendiri ketika saya bisa menyelesaikan suatu issue dan menyelesaikan sebuah proyek dengan hasil yang baik. Dan ketika ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana, saya bisa menangani itu semua dengan lebih dewasa.

Semoga kita bisa semakin menghargai diri sendiri.

Rshjsmn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *