Di Udara Kau Berpulang

Di udara kau berpulang, Berpulang untuk kekekalan, Tapi kami tak akan lupa,Semangatmu kan kami jaga, Mungkin kau telah pergi, Melintasi dimensi,Tapi semangatmu kan abadi, Bersemayam di jiwa kami, Di udara kau berpulang, Entah kemana, Meninggalkan asa, yang membakar jiwa, Mungkin kau telah pergi, Tapi idemu bergerilya di jiwa kami, Berlipat ganda menembus batas ilusi, Di…

Era Pembangunan

Era pembangunan, katanya Desa – desa kecil di-upgrade Sawah – sawah lenyap, menjadi beton – beton industri Hutan – hutan tumbang di bawah raung bulldozer Para petani perlahan disulap menjadi robot – robot pabrik Beras, sayur, dan buah sirna, kita pun mengonsumsi limbah industri Ekonomi sedang berkembang, katanya Gedung – gedung bertingkat menjulang, menusuk mata…

Pengebun dan Pemerintah

Lihat bunga – bunga itu mulai layu dan hendak mati Apa kau tak merawatnya dengan penuh sayang hingga itu?? Kalau begitu kau tak pantas untuk disebut pengebun Lihat rakyat – rakyatmu itu Mereka miskin dan kelaparan Apa kau tak memberinya kesejahteraan?? Mana janji – janjimu?? Kalau begitu kau tak pantas untuk disebut pemerintah   Hikmah…

Cerpen : Tanjakan Cinta

Banyak pendaki yang beristirahat sejenak di atas sini sambil menikmati padang bunga Verbena Brasiliensis Vell yang indah, setelah mereka melewati tanjakan curam yang sering mereka sebut Tanjakan Cinta. Tanjakan Cinta? Iya, sesuai mitos yang mereka percaya katanya tanjakan ini bisa mengabulkan permintaan jodohmu. Tapi bagiku mitos adalah mitos, tidak mungkin bisa dipercaya. “Masih melakukan hal…

HITAM ATAU PUTIH?

Hitam Putih. Hitam Putih. Putih Hitam. Putih Hitam. HITAM? PUTIH? PUTIH? HITAM? Mana yang benar dari Hitam dan Putih? Kita hanya rakyat kecil yang tak tahu apa – apa. Hanya tahu hitam putih. Bahkan pelangi yang katanya berwarna, di mata kita hanya berwarna hitam dan putih. Hanya yang punya kuasa di negeri ini mampu melihat…

Obrolan Setan

Kita ini sedang apa? Cuman duduk manis, minum kopi Sambil melihat tingkah laku manusia? Bukan kah tugas kita membuat manusia jadi sesat? Lalu kenapa kita cuman duduk manis di sini? Kenapa kita harus repot – repot menyesatkan mereka? Sekarang manusia sudah bisa menyesatkan sesamanya, Bahkan manusia lebih hina dari kita, Jadi lebih baik kita istirahat…

Di Ujung Bulan Sabit

Aku melamun di ujung bulan sabit. Mimpi – mimpi sang pemimpi yang terlelap. Ku terawang satu per satu tanpa lelah. Di temani gemerlap lampu kota yang indah. Seperti kunang – kunang, warna – warni. Mimpi – mimpi itu menguap ke udara. Menggumpal menjadi awan impian. Jiwa yang lelah pun tersenyum dalam lelap. Melihat mimpi mereka…